Mohon tunggu...
KOMENTAR
Fiksiana

Pahlawan Propaganda

11 November 2016   02:19 Diperbarui: 11 November 2016   02:40 207 1
Desiran angin membisikkan telingaku, aku terdiam menyadari sunyinya hari itu. Burung-burung yang biasanya bersiul-siul seakan hilang dari peradaban. “Apa yang sedang terjadi? Pertanda apakah ini?” Tanyaku dalam hati. Tak lama kemudian terdengar suara berat mobil disertai dentuman keras dan tembakan ke arah langit. Tanpa berpikir panjang aku berlari kembali ke desa. Dari atas bukit kulihat sekitar sepuluh mobil besar berisikan prajurit-prajurit berkulit putih bermata sipit. “Siapakah mereka? Apakah mereka si Jepang yang ramai diceritakan banyak orang itu?”

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun