Memiliki buah hati dengan penyandang kebutuhan khusus menjadi sebuah tantangan bagi kedua orang tua. Mereka dituntut untuk terbiasa menghadapai peran yang berbeda dari sebelumnya. Namun tidak perlu khawatir lagi, saat ini banyak layanan psikologi yang sudah terkferivikasi. Sehingga bisa digunakan untuk memberikan pelayanan sepenuhnya agar anak berkebutuhan khusus dapat menemukan jati diri dan menjadi pribadi yang lebih baik sesuai harapan korang tua atau wali yang bersangkutan. Adapun bentuk layanan psikologi yang diberikan, diataranya :
- Tes Psikologi
Menentukan apakah seorang anak tergolong ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) atau tidak perlu dilakukanya sebuah tes. Proses tes/pemeriksaan juga membutuhkan waktu dan psikolog dituntut untuk berhati-hati dalam memberikan diagnosa. Selain itu, tes juga bisa dilakukan[DF1] untuk mengetahui minat, bakat, dan kecerdasan pada anak berkebutuhan khusus. Sehingga kita sebagai orang tua tidak akan salah dalam merawat dan mendidik. - Pemberian Treatment
Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) pada umumnya memang memiliki perbedaan dengan anak normal, karena mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembang. Untuk itu, dibutuhkan treatment berupa terapi bagi ABK, baik untuk orangtua, keluarga, maupun tenaga ahli. Psikolog/tenaga professional (psikolog, konselor, terapis) akan memberikan terapi dengan disesuaikan kondisi anak. seperti keterbatasan apa yang dimiliki, keterlambatan dalam hal apa, dan lain-lain. Secara umum ada 2 jenis terapi yang akan diberikan kepada ABK yakni terapi fisik dan terapi kognitif perilaku. Terapi fisik dilakukan ketika anak mengalami kekurangan fisik atau gangguan gerak, sedangkan terapi kognitif perilaku dilakukan untuk anak yang memiliki gangguan kognitif dan komunikasi. - Konseling
Disini orang tua bisa melakukan konseling atau konsultasi dengan menceritakan segala hal yang berhubungan dengan sang anak. Seperti membahas bagaimana perawatan, pendidikan, karir, dan sosial yang tepat bagi anak.
KEMBALI KE ARTIKEL