Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud

Menyelami Tri Hita Karana dalam Suara Bumbung Gebyog: Merawat Alam, Syukur dan Kebersamaan

4 November 2024   13:05 Diperbarui: 4 November 2024   13:07 26 0
Jembrana, Bali -- Di balik setiap denting bambu Bumbung Gebyog, tersimpan kisah tentang rasa syukur, kebersamaan, dan hubungan sakral antara manusia dengan alam dan Tuhan. Tradisi Bumbung Gebyog, warisan budaya asli Jembrana, Bali, bukan sekadar alunan musik tradisional, tetapi simbol harmoni yang dalam. Setiap nada yang tercipta dari tabung-tabung bambu ini menggema sebagai wujud kebersamaan dan ketulusan hati masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun