Mohon tunggu...
KOMENTAR
Cerpen

Imamat

12 November 2024   10:13 Diperbarui: 12 November 2024   11:55 47 0
Luna menangis deras di dadaku. Tinjunya bertubi-tubi menghujani tubuhku. Setelah meraung, ia memelukku erat sambil melabuhkan isak. Kubalas dengan dekapan tak kalah lekat. Kami mematung dan masing-masing mencoba melerai rasa yang mendung.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun