Aku nyaris tak percaya kalau itu kamu. Memang, wajah itu wajahmu. Wajah paling tabah yang pernah kukenal. Wajah dengan kesabaran paling ajaib. Memang, senyum itu senyummu. Piala paling mewah yang selalu menjadi hadiah terindah untuk tiap suksesku. Memang, tubuh itu tubuhmu. Tubuh yang menjadi rumah nan selalu membuatku betah. Tapi, diam itu, bukan diammu.
KEMBALI KE ARTIKEL