Saat sinar fajar mulai terbit
Hidup sederhana tanpa ada kekayaan
Dengan sabar mengikuti alur kehidupan
Memikul sekarung barang
Berharap mendapat sesuap nasi
Otot yang mulai melemah membuat
Raut wajah yang kesakitan
Dengan sedikit merintih
Tetapi harus kuat demi sesuap nasi
Tetaplah semangat tanpa menyerah
 karena tak semua orang
Seberuntung kamu