Acara "teing hang" itu merupakan acara dalam budaya Manggarai. Dengan syukur dan doa atas rejeki dan hidup yang telah ada selama satu tahun yang lewat. Dalam acara ini yang dipakai untuk mempersembahkan sebagai sesajian kepada leluhur adalah ayam jantan yang bulunya berwarna putih.
Keluarga saya membuat B2 dengan resep yang sederhana. Pertama-tama memotong daging babi kecil-kecil. Setelah itu direbus dengan daun ubi singkong, di goreng kering dengan kecap dan dibakar dalam kayu bambu. Hasil dari olahan masakan ini sangat enak. Rebus daging babi ini cukup satu jam saja dan begitu juga dengan yang di goreng kering.
Daging B2 yang dibakar dalam kayu bambu ini juga sederhana. Potong bambu ukuran enam puluh centi meter. Kemudian dibersihkan isi bagian dalam bambunya. Dimasukan daun pohon tuak ke dalam pohon bambu itu. Setelah itu masukkan daging babinya yang sudah dicampur bumbu ke dalam bambu itu. Kemudian membakar daging yang sudah di dalam bambu itu. Biarkan selama kurang lebih satu jam juga. Aromanya daging ini sangat spesial dan membuat lapar.
Bumbu-bumbunya juga cukup sederhana. Kalau untuk daging babi yang direbus dengan daun singkong tidak membutuhkan bumbu yang banyak. Cukup dengan garam dan masako saja. Sedangkan untuk daging babi yang digoreng kering bumbunya hanya garam, bawang merah, putih dan kecap. Untuk daging babi yang dimasukkan ke dalam bambu, bumbunya kunyit, halia, garam, masako, sere dan juga bawang merah, putih.
Momen tahun baru sebagai momen yang ditunggu-tunggu oleh kaum keluarga. Selain menunya yang spesial juga kebersamaannya. Dalam acara makannya, lauk yang disediakan tadi tidak ada sisanya karena lezatnya. Kalian yang membaca artikel ini pasti ingin rasanya mencoba. Kalau mau coba ayo kunjung Manggarai.