Direktur Pemulihan BNPB, Dra. Eni Supartini, M.M, menekankan pentingnya kerja sama semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana. "Kami membutuhkan kolaborasi agar penanganan pascabencana berjalan maksimal," ujarnya.
FGD ini juga melibatkan mitra strategis seperti UNFPA, PETRA, Human Initiative, LPBI NU, PMI, MDMC, dan asosiasi industri. Deputi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, S.Pd, M.AP, MM, menyoroti Indonesia yang rawan bencana akibat posisi geografisnya. "Kolaborasi adalah kunci dalam pemulihan. Tidak ada satu pihak pun yang bisa melakukannya sendiri," tegasnya.
Tri Joko menyatakan, FGD ini merupakan langkah strategis BNPB dalam memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan. "Senkom Mitra Polri berperan penting sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam situasi darurat," jelasnya. Ia berharap FGD ini menghasilkan rencana tindak lanjut yang konkret dan sinergi yang lebih kuat dalam penanganan bencana.
Kegiatan ini diharapkan mendorong peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan, serta transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan bencana.(*)