Kasus yang menimpa puluhan calon mahasiswa S3 ini berawal dari mimpi mereka untuk mendapatkan pendidikan tertinggi dan gelar doktoral dari sebuah universitas ternama di Manila. Mimpi ini dijual oleh seorang profesor ternama di Bekasi, yang menjanjikan akses ke program doktor dengan syarat pembayaran sejumlah biaya yang cukup besar. Sayangnya, janji-janji tersebut ternyata tak lebih dari kebohongan yang merugikan. Para korban, yang terdiri dari berbagai kalangan, termasuk dosen dan pekerja profesional, merasa tertipu setelah mengetahui bahwa program tersebut tidak pernah ada, dan uang yang telah mereka keluarkan tidak pernah kembali. Kejadian ini bukan hanya menyisakan kekecewaan, tetapi juga mempertanyakan integritas akademik dan tanggung jawab seorang pendidik.
KEMBALI KE ARTIKEL