Jam itu segera menarik perhatian sejumlah pengurus Lingwa yang ke sana, karena terdapat tulisan berbahasa Belanda di lingkar luarnya, sedangkan di bagian lingkaran dalam di mana terdapat jarum jam terdapat tulisan berbahasa Arab. Ketika ditanyakan kepada Pak Abian, pengurus Masjid Angke, sosok jam aslinya tidak seperti itu.
KEMBALI KE ARTIKEL