Membaca artikel dari rekan Kompasiana , Harja Saputra disini yang merupakan artikel lanjutan tentang efisiensi bahan bakar dengan perbandingan antara produk BBM Bersubsidi Premium milik Pertamina dengan produk Pertamax dan Pertamax Plus yang masih berada di dalam satu naungan grup dengan salah satu produk dari vendor SPBU Asing, Shell, dengan produk mereka Shell V Max Power.
Bukan rahasia umum memang, bahwa BBM Bersubsidi Premium memang bukanlah produk yang baik, atau terbaik. Kualitas pas pasan, dan efek jangka panjang yang memang tidak terlalu baik menjadi salah satu ciri khasnya. Kita bertahan menggunakannya hanya atas dasar prinsip ekonomi. Bahwa ia adalah yang termurah. Tak ada alasan lain kok sebetulnya. Sehingga efisiensi jangka panjang pun cenderung di abaikan. Mau bukti lebih lanjut bahwa memang pada kenyataannya kita banyak merapat ke Premium hanya karena masalah harga ?