"Mas, stirrer-nya mana?" Sambil tanganku membuat gerakan melingkar tanda mengaduk.
"Oh, sedotan!" jawabnya spontan.
"Bukan sedotan, tapi stirrer untuk ngaduk gula," kata saya menjelaskan.
Lantas barista itu beralih ke pojok konter dan memberitahu sedotannya ada di situ.
Saya langsung mengucapkan terima kasih sembari berkata, "Mas, ini (benda plastik pipih berwarna hijau) bukan sedotan ya... ini fungsinya untuk mengaduk gula di minuman panas."
"Oh, gitu ya, Pak? Biasanya orang pakai itu untuk nyedot minuman," katanya polos.
"Hanya orang sakti yang nyedot minuman panas pakai stirrer!" Kataku agak dongkol. Bagaimana mungkin barista di kedai kopi bermerek internasional ini tidak bisa membedakan stirrer (adukan) dan straw (sedotan)?