walau sudah tada benang menempel diraga yang haus
Tapi mulai mana kami mengendus?
Diam dalam tatap penuh merah jambu' membisu!
Rangkak bergelayut
Hanya diam, tak takut tapi ber-insut lembut
Memacu denyut
Ketika raga mengukur raga
Tempelkan jiwa penuh rasa
Tembok tipis tertutup bukit mengelitik
Undang jerit
Deburan ombak getarkan sukma
Bersatu dentum gaib tak berujud
Pompakan kobar angan menjemput asa suka
Kikuk tanpa tunjuk
Leleh peluh merah iring jerit
Hening, sunyi!
Lenguh lelah tanpa minta
Susulah pintu rasa terbuka'
Koyak berderit#
#Kekeh tawa nyanyikan cita
Melepas anak sebutlah sang tua