Kasus pencemaran lingkungan akibat tebaran debu di sentra bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon ditengarai sarat dengan tindak pidana suap dan korupsi. Dugaan tersebut muncul lantaran penanganan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh debu batu bara hingga kini tidak kunjung tuntas, bahkan terkesan tarik ulur dan saling lempar tanggung jawab. Pihak yang paling banyak dituding bermain di balik aktifitas bongkar muat batu bara adalah sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan eksekutip Kota Cirebon, Propinsi Jawa Barat. "Bahkan tidak menutup kemungkinan pejabat di tingkat pusat ikut bermain pula," ujar seorang aktifis lingkungan Minggu (27/9)
KEMBALI KE ARTIKEL