Dia memanjat terus. Keringat di sekucur tubuhnya mulai menguap. Padahal udara malam cukup dingin. Bahkan kelewat dingin. Dingin khas awal kemarau. Di langit tak segumpal awan yang menampakkan diri. Semua menyisih ke horizon yang jauh. Bergumpal-gumpal seperti kapas di kaki langit.
KEMBALI KE ARTIKEL