Aku takkan terlalu memuja mawar, karena mawar mempunyai dua cabang: satu harum yang menebar, lainnya ada duri yang mengancam
Pun, aku tak berprasangka pada rindu, karena aku tahu rindu bermuara dua: satu cinta, yang keduanya luka
Tapi aku selalu menempatkan dirimu di ruang kepalaku. Bersama, membuka lagi peta-peta ingatan. Menyusuri jalan, yang pasti akan kita temui: banyak simpang atau aral yang melintang
Menafsir cuaca
Kadang lembab tak tentu sebab. Hati yang retak karena panas menggelegak
Aku juga harus pandai-pandai menjadi pawang hujan, agar tak turun pada bola matamu
***
Lebakwana, November 2021