Baru saja anak kecil itu menyudahi ceramah tarwihnya, jamaah berbondong-bondong memeluk anak berusia delapan tahun itu. Jamaah kagum akan ucapan-ucapan yang sistematis dari da'i kecil nan jadul itu. Tak seorang pun jamaah yang tahu jika sesungguhnya ucapan-ucapan da'i cilikĀ itu hanyalah sebuah hafalan panjang. Saat dacil itu, dewasa bahkan sudah punya anak istri, ia terkesima saat menonton audisi da'i kecil di televisi. Karena ia termemori masa-masa kecilnya, dan ia yakin bahwa teknik pidato dacil moderen tak semudah jaman dulu. Ia menduga kuat bahwa dacil-dacil jaman sekarang adalah sebuah hafalan pula, batinnya!
KEMBALI KE ARTIKEL