Tak kerontang ide, menuliskan rupa-rupa sosial budaya di Kompasiana ini. Adalah Kota Makassar, dijejali mobil penumpang umum, berplat hitam. Jenis 'usaha' ini berkontribusi melemahkan angkutan umum berplat kuning. Plat kuning -angkutan umum antar kabupaten- merintih. Mereka berkeluh kesah atas maraknya bisnis transportasi berlabel mobil kepemilikan pribadi. Mobil angkutan ini tak wajib bayar retribusi di terminal-terminal. Pun, jika terjadi kecelakaan, tiada asuransi Jasa Raharja baginya. Itu risikonya, hingga kadang-kadang dilakukan razia namun itu hanyalah 'kadang-kadang'.
KEMBALI KE ARTIKEL