Mohon tunggu...
KOMENTAR
Humaniora Pilihan

Kenapa Pejuang Kiri Berkostum Militer?

21 Januari 2014   02:15 Diperbarui: 24 Juni 2015   02:38 165 1
[caption id="attachment_291121" align="aligncenter" width="600" caption="Orientasi perjuangan dibalik Kostum pemimpin (foto olahan ArkiPapua)"][/caption]

Kostum kesukaan menentukan watak/filosofi hidup maupun perjuangan. Pejuang kiri didunia sering tampil dengan kostum kemiliteran. Sesungguhnya corak kostum militer yang melekat pada sosok pejuang lebih pada orientasi perjuangan yang diembannya. Dalam hal ini, kita tahu bagaimana pejuang revolusioner dunia memakai pakaian militer kerap ketika tampil ke publik.

Bedanya, keseragaman kostum yang dimaksud bukan seperti militer aktif (tentara/polisi), pramuka, satpam, hansip, tim sepak bola, penari, pementas seni tertentu, atau partai politik yang memakai jas partai serempak.

Tokoh kiri punya keunikan dalam berpakaian. Makna dibalik kostum yang kerap melekat badan para pejuang tersebut adalah KEBERSAMAAN sebagai folosofi perjuangan. Bila di artikan lebih dalam, orientasi pada sistem sosialisme.

Foto diatas, siapa saja mereka? simak berikut ini: Kiri ke Kanan (KIKA)

1. Richard Yoweni (Ketua West Papua National Coalition for Liberation/Panglima Markas Pusat TPN/OPM)

2. Kelly Kwalik (Panglima Kodap III TPN/OPM Timika

3. Sukarno (Proklamator sekaligus Presiden RI serta peletak Ide-ide Marhaenisme Indonesia)

4. Hugo Chavez (Presiden Venezuela dan pendiri zona dagang amerika Latin-ALBA)

5. Mao Zedong (Pemimpin Revolusi Cina dari klas Petani)

6. Che Guevara (Zapatista)

7. Fidel Castro (Pemimpin Kuba)

Dengan demikian, orientasi dan cita-cita sebuah organisasi yang pemimpinnya berkostum tertentu, itulah ruh organisasi yang dia tunjukan. Jadi tidak perlu tanya apa anggaran dasar/ART mereka, apa fisi misi, apa dan apa, tapi cukup lihat kostum sang pemimpin saja. Ok

Lengkapnya: disini

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun