Di pantai berpasir hidupnya di ukir
Berselimut embun pagi harapan
Cahaya mentari di masa depan
Ketika korupsi menjadi pelangi di pelosok negeri
Berpendar warna warni harum wangi pundi pundi
Hama toga siap mengukir prestasi
Di saat anggaran siap di lisensi
Aromanya jauh sudah tercium hama toga
Buas dan culas mencuri pundi pundi jelata
Kepanikan kian bertumpuk
Pengadil pun di dapuk,masih saja sisahkan arsip yang menumpuk
Airmata darah berceceran di jalanan
Janji harapan tak seindah kenyataan
Butuh waktu puluhan tahun untuk memberantas hama toga
Ini semua kenyataan yang harus kita hadapi
Harapan tidak boleh mati atau jadi sejarah kelam bangsa ini nanti
Lelaki dekil berjalan di atas badai lautan
Terombang ambing ombak kehidupan
Paginya jalang malamnya menikam
Asyik masyuk bergumul dengan kelam
Nelayan tertawa melihat ombak resah menggoda
Kesepian menunggu musim semi datang
Bergelantungan bulir padi di pematang
Hama toga bangga menenteng subsidi,janji bila terpilih itu pasti terjadi
Pematang tertawa melihat hama toga mengukir ilusi
Air bah menyapa kala rindu mendera
Asyik sibuk merangkai kosa kata
Kibarkan simpati panji panji belasungkawa
Dikira jiwa seperti mega di angkasa, panji terkulai asa tak tercapai
Kami tidak bodoh tuan untuk mengulang kembali kesalahan
Tinggalkan belulang penderitaan di hamparan makam kemewahan
Ariyanto,17,January,2014