Rintik hujan pun masih menemani setiap langkahku menuju keheningan hati
Namun gelora jiwa masih bergemuruh di dada walau kulangkahkan kaki dalam sendiri
Tanpa kamu tanpa dia tanpa mereka sebab kita pergi ke dalam lubuk sanubari dalam semedi
Kupandang jauh di relung sana masih ada suluh temaram yang akan menuntun kita di jalan antara kegelapan duniawi yang menyilaukan mata yang kian redup
Kaki terus kulangkahkan tanpa berlari sebab suluh itu akan semakin sulit kujangkau. Bukan pergi meninggalkanku tapi langkahku semakin mundur karena hanya keramaian nama yang ingin kuraih dalam kesunyian yang membawa keriuhan hati dan jiwa