Jika kita melewati jalan raya Surabaya – Madiun tepatnya di tepi hutan jati Saradan dan Ngawi akan melihat bonggol-bonggol ( tunggak ) kayu jati dengan ukuran besar. Menurut salah seorang pegawai Perhutani dan pengrajin ukiran, bonggol-bonggol ini merupakan peninggalan penebangan kayu jati pada masa lalu atau pada masa kolonial. Usia kayu jati yang ditebang saat itu rata-rata umurnya antara 90 – 100 tahun bahkan lebih. Maka bonggol-bonggol tersebut usianya sudah melebihi satu abad.