Mohon tunggu...
KOMENTAR
Money

COVID-19, Momentum Dongkrak Produksi Pertanian atau Selamatkan Konglomerat Hotel Berbintang?

3 Maret 2020   09:45 Diperbarui: 3 Maret 2020   14:05 285 0
Ketua LPPM Hasta Persada

aRd-NET, Kita ketahui banyak produk yang diimport dari China, tidak saja barang hasil industri dan teknologi namun hingga hasil bumi, misalnya buah-buahan dan sayuran yang diprediksi nilai impor-nya akan turun drastis.

Hal itu tidak hanya disebabkan karena turunnya permintaan dari dalam negeri, namun aktifitas kegiatan ekonomi terkait produksi buah dan sayuran tersebut juga tentunya menurun di China, belum lagi jika kita kaitkan dengan sektor jasa logistik dari dan masuk ke China yang sampai hari ini masih  dibatasi.

Pemerintah Indonesia terkesan panik. Dampak global Cofid -19 ini tentunya menggoncang ekonomi nasional. "Diperkirakan, pada quartal  II 2020 ekonomi Indonesia tidak akan dapat menyentuh level 5 persen," dikutip dari pernyataan ekonom Permata Bank : Josua Perdede .

Kepanikan pemerintah dapat dinilai dari kebijakan kontroversial dengan memberikan insentif bagi sektor pariwisata/ pelaku usaha di bidang pariwisata.

Jokowi sendiri mengatakan, bahwa discont tiket pesawat, dan hotel akan terus dilanjutkan, hal tersebut demi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan yang turun drastis.  

Tentunya keputusan tersebut  menuai kontroversi di masyarakat. Kita ketahui, bahkan negara2 di dunia sudah mengambil tindakan tegas untuk membatasi masuknya warga negara lain yang terjangkit Covid -19.

Saudi Arabia misalnya, dengan tegas menolak jutaan dolar devisa masuk dari jemaah umroh, untuk menjaga wilayahnya dari sebaran virus mematikan tersebut, termasuk menolak masuknya Jemaah Umroh dari Indonesia.  

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun