Kepala MTsN 1 Bantul, Sugiyono, S. Pd menjelaskan bahwa penggunaan JMD merupakan bagian dari upaya madrasah untuk meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan ujian. "Dengan JMD, proses administrasi ujian menjadi lebih mudah, mulai dari distribusi soal, pengumpulan jawaban, hingga koreksi. Selain itu, kami juga ingin menanamkan nilai kejujuran kepada siswa melalui pengawasan berbasis teknologi," ujarnya.
Sistem ujian ini memanfaatkan aplikasi yang dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan evaluasi pendidikan. Aplikasi tersebut memiliki fitur pengacakan soal sehingga meminimalkan risiko kecurangan. Selain itu, setiap siswa memiliki akses unik yang terhubung langsung dengan server madrasah, memastikan keakuratan data dan keamanan soal.
Pelaksanaan ujian PAS berbasis JMD diikuti oleh seluruh siswa MTsN 1 Bantul. Mereka terlihat antusias dan cepat beradaptasi dengan sistem digital ini. Salah seorang siswa kelas IX A Aftiana mengaku senang dengan metode ini. "Awalnya saya agak khawatir, tapi setelah mencoba, ternyata mudah dan lebih nyaman dibandingkan ujian kertas," katanya.
Meski menggunakan teknologi canggih, pihak MTsN 1 Bantul tetap menyiapkan solusi bagi siswa yang mengalami kendala teknis. "Kami menyediakan perangkat cadangan bagi siswa yang tidak memiliki perangkat atau mengalami masalah teknis selama ujian berlangsung. Kami juga menyiapkan tim IT untuk membantu jika terjadi kendala, Sumarhadi, S. Pd, Damar Sungkono, S. Pd, Ahmad Syaifudin, S. Pd dan Ridho Lubis, S. Pd.," ungkap Waka kurikulum, Erna Rahayu, M .Pd.I.
Dengan pelaksanaan PAS berbasis JMD ini, MTsN 1 Bantul berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan era digital. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. (rad)