Menuju kamar ibu yang ada sajadahnya, kudirikan shalat di sana. Bersimpuh, secara aku tak bisa berdiri. Seperti yang pernah dikatakan Ann. " Yang penting shalat, dengan cara bagaimanapun. Selama napas masih berhembus, selama kesadaran masih ada shalat tetap wajib."
Ibu masih lelap ketika aku menyelesaikan shalat, bacaan salamku yang agak keras membangunkannya.