menggantung pada hitamnya langit. Menghiasi pemukiman kumuh dibalik gedung-gedung megah yang menjulang tinggi. Sinarnya sesekali menyentuh kulit wajah seorang anak kecil yang tertidur pulas beralaskan lipatan kardus. Dipeluknya kotak kayu yang mempunyai gagang di atasnya. Posisi tidurnya seperti bayi dalam kandungan. Lelap sekali. Bahkan sekelas serangga penghisap darah pun tak dapat membangunkannya. Terdengar gemercik air memukul atap yang melindunginya. Mengagetkan semua serangga yang mengganggunya. Seaakan Sang Pencipta tak mau jika ada yang akan membangunkannya.
KEMBALI KE ARTIKEL