Mohon tunggu...
KOMENTAR
Sosbud Pilihan

Antara Mahasiswa, Kritis Isu dan Pragmatisme Isu

1 April 2022   15:23 Diperbarui: 1 April 2022   15:27 587 2

Penulis: Suardi


Jika kita amati mahasiswa sekarang nampak selalu diam ketika adanya isu yang berkaitan dengan ekonomi seperti kenaikan harga BBM, bahan pokok, dan termasuk soal kelangkaan minyak goreng.

Mungkin bukan hanya saya yang bertanya soal ini. Dulu ketika terjadi kenaikan harga bahan pokok dan BBM, mulai dari masyakarat biasa, buruh, khususnya mahasiswa ramai melakukan aksi demosntrasi.

Aksi demosntrasi ini jelas, ada yang mempertanyakan kenaikannya, juga ada yang menolak keras karena dianggap memberatkan. Tapi jika kita perhatikan seakarang ini mahasiswa adem-adem saja, antara enggak paham atau bersikap masabodo.

Berbeda dengan mahasiswa dulu, mahasiswa dikenal dengan sikap kritis dan idealisnya. Oleh karena itu jika ada hal yang dianggap urgen dengan kepentingan masyarakat mereka tidak akan diam. Dapat dikatakan sekecil apapun isu itu mereka akan mengkritisinya.

Bukan berarti saya ingin mahasiswa demo. Tetapi disini saya ingin mengukur demonstrasi dengan sikap kritis mahasiswa. Jadi melalui adanya demo ini kita bisa melihat mana mahasiswa yang mikir dan punya sikap kritis mana yang tidak.

Kritis Isu

Ditengah era informasi seperti sekarang ini, media masa tidak pernah berhenti untuk memberikan beragai informasi yang tengah terjadi diberbagai belahan dunia, baik itu nasional maupun internasional.

Saking banyaknya isu yang bertebaran di media, membuat isu-isu itu bercampur antara isu yang urgen (penting) dan isu yang biasa-biasa saja. Isunya pun juga beragam ada politik, sosial dan ekonomi.

Meski demikian, ada hal yang paling penting yang harus mahasiswa miliki, tidak sekedar membaca dan menerima secara mentah setiap infomrasi yang kita dapatkan. Kita perlu kritik isu, menganaisis terutama apa, dan bagaimana. sebagai contoh isu soal langkanya minyak goreng.

Kita baru saja dihadapkan kembali pada isu ekonomi, setelah sebelumnya banyak disuguhi oleh isu-isu politik. Berkenaan dengan kelangkaan minyak goreng ini tentu sangat penting terutama ketika kita mempertanyakan apa penyab terjadinya kelangkaan.

Jika kita baca diberbagai media ternyata faktor penyebabnya banyak hal yang menurut saya membutuhkan kajian dan penyederhanaan agar bisa atau mudah dipahami oleh masyarakat banyak.

Saya tidak akan membahas soal penyebab kelangkaanya tapi berkaitan dengan seberapa antusias mahasiswa melihat isu ini. Karena kita melihat isu ini tidak begitu menjadi perhatian dari mahasiswa, seolah kurang menarik jika isunya bukan soal kekerasan.

Mahasiswa sekarang ini bertolak belakang dengan mahasiswa dulu. Ketika saya bermain ke salah satu kampus memang benar mahasiswa sekarang kurang memiliki ketertarikan terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.  

Banyak mahasiswa yang tidak tahu menahu soal perkembangan isu yang sedang berkembang. Jadi bagaimana bisa kritis isu, soal isunya saja mereka tidak tahu. Meskipun tidak banyak, tetapi nyaris tidak ada bedanya mahasiswa yang berorganisasi maupun tidak berorganisasi.

Ini menjadi tugas kita semua bahwa pendidikan sudah saatnya berbicara sesuai dengan kenyataan yang ada. Guru dan murid, Dosen dan Mahasiswa bersama-sama belajar memahami lingkungannya bukan hanya sekedar guru terus menjadi pentransper pengetahuan kepada anak muridnya.

Pragmatisme Isu

Kembali pada pembahasan kita soal mahasiswa. Percayakah anda bahwa mahasiswa sekarang terlalu dini untuk pragmatis. Apa itu pragmatis,? pragmatis itu sebuah paradigma yang melakukan sesuatu harus ada imbalan. Lalu bagaimana mahasiswa pragmatis itu?

Ini yang saya katakan tadi, bahwa mahasiswa melakukan aksi sudah tidak untuk kepentingan rakyat. Tapi tidak sedikit aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa karena ditunggangi oleh kepentingan kelompok lain.

Saya menjulukinya mereka pragmatisme isu. Mereka akan malas melakukan kritik jika tidak ada imbalan yang didapatkanya. Ini bukan teori, tetapi faktanya memang demikian. Saya merasakan menjadi mahasiswa dan sangat miris.

Kita perlu memberikan kesadaran akan pentingnya menjaga integritas kita, sesuai dengan peran kita. Kita mestinya tidak tebang pilih isu, kita harus sadar betul bahwa apa yang kita lakukan harus berdasarkan niat yang tulus dan demi kepentingan rakyat semata.

Ini kekhawatiran saya jika mahasiswa pragmatis mengisi lembaga pemerintah, saya tidak tahu akan seperti apa negara kita kedepan. Tapi ini menjadi peran kita semua terutama akademis bahwa yang terpenting adalah menjaga integritas.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun