Mohon tunggu...
KOMENTAR
Pendidikan

Generasi Z dan Alpha: Tantangan Pendidik di Era Digital

12 Desember 2024   20:10 Diperbarui: 12 Desember 2024   20:22 14 0
Era digital menghasilkan generasi muda yang memiliki karakteristik khas yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Revolusi digital sudah membentuk generasi baru yang akrab dengan teknologi sejak lahir. Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, dan adapun Generasi Alpha, yang lahir setelahnya hingga 2024, tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi oleh peralatan digital dan internet.
Generasi Z sering disebut sebagai "digital natives" karena tumbuh di lingkungan yang sepenuhnya terhubung dengan internet. Mereka mampu mengaplikasikan setiap kegiatan dalam satu waktu, sehingga mereka lebih suka mendapatkan informasi dari internet dan media sosial dibandingkan dari sumber tradisional, seperti buku atau televisi. Sementara itu, Generasi Alpha bahkan lebih terhubung dengan perangkat pintar dan teknologi terbaru sejak usia sangat dini, menjadikan mereka generasi pertama yang seluruh hidupnya dipengaruhi oleh teknologi digital. Hingga mereka paling akrab dengan teknologi digital dan diklaim paling cerdas dibandingkan generasi-generasi sebelumnya dalam mengaplikasikan teknologi.
 
Maka dari itu adapun tantangan yang dihadapi oleh pendidik dalam mendidik kedua generasi ini serta strategi dan pendekatan yang dapat digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut di era digital ini.
Berikut ini tantangan yang dihadapi oleh pendidik:
1. Perubahan Cara Belajar

Generasi Z dan Alpha cenderung lebih nyaman belajar secara visual dan interaktif. Mereka lebih memilih video pembelajaran atau simulasi interaktif ketimbang metode pembelajaran konvensional. Hal ini menuntut pendidik untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dengan menggunakan metode pengajaran baru yang lebih menarik dan relevan dengan gaya belajar mereka.
2. Konsentrasi dan Rentang Perhatian
Kemampuan rentang perhatian generasi ini sering kali lebih pendek dibandingkan generasi sebelumnya, berkat adanya konten yang serba cepat di media sosial. Pendidik harus memiliki kompetensi professional agar menemukan cara untuk membuat materi pembelajaran tetap menarik dan mampu mempertahankan perhatian peserta didik.
3. Literasi Digital
Meskipun generasi ini mahir menggunakan teknologi, mereka sering kali kurang dalam hal literasi digital, seperti kemampuan untuk mengevaluasi kevalidan sumber informasi. Maka pendidik perlu memiliki kompetensi kepribadian yang baik dengan menanamkan keterampilan literasi digital yang kuat untuk membantu peserta didik agar berpikir kritis dan menyaring informasi secara efektif. Tujuannya agar tidak terpengaruh oleh informasi-informasi yang tidak benar atau hoax. Karena tidak memungkinkan banyak informasi-informasi hoax yang tersebar di media online atau digital.
4. Keseimbangan Pendidikan Personal dan Sosial
Pendidikan harus memiliki kompetensi sosial untuk menciptakan keseimbangan antara penggunaan teknologi dan interaksi sosial. Pendidik perlu memastikan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran tidak menggantikan interaksi tatap muka yang esensial untuk pengembangan keterampilan sosial.

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun