“Merdeka….Merdeka…Merdeka….” Kata-kata itu tak hentinya bergemuruh dari bibir kaum muda dan tua serta segenap Rakyat Indonesia sesaat setelah Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, mengumandangkan proklamasi sebagai tanda sakral kemerdekaan bangsa ini. Tak hanya di Pulau Jawa kala itu, pembacaan proklamasi pagi itu juga memanen rasa haru dan gembira kepada seluruh Rakyat Indonesia yang berada di sudut-sudut Nusantara meskipun hanya melalui siaran radio. Sabang sampai Merauke. Kurang lebih demikian suasana pembacaan proklamasi pada 17 Agustus 1945 silam yang sampai saat ini masih menjadi agenda rutin bangsa ini.