Mohon tunggu...
KOMENTAR
Healthy Pilihan

Awas! Cabut Gigi Bisa Menyebabkan Kebutaan, Simak Faktanya

30 Agustus 2022   02:18 Diperbarui: 30 Agustus 2022   02:21 494 8
Kamu tentu sempat kan, mendengar berita tentang mencabut gigi bagian atas dapat menyebabkan mata menjadi buta? Sayangnya, mitos ini terlanjur dipercayai oleh warga, walaupun sepanjang ini belum terdapat fakta empiris yang dapat memantapkan keyakinan tradisional tersebut.
Seperti dilansir dari: rsudtulungagung. co. id

Dokter Gigi RSUD dokter. Iskak Tulungagung, drg. Danang Dewantara menyebut mitos itu menyesatkan. Kata ia, tidak terdapat korelasi antara penindakan( cabut) gigi dengan Indra penglihatan.

" Itu merupakan suatu pengertian. Keyakinan itu cumalah suatu mitos ataupun cerita primitif yang tumbuh dari mulut ke mulut di area warga yang masih terjebak pada pemikiran kolot," kata drg. Danang.

Baginya, gigi rahang atas di cabut tidak terdapat hubungannya dengan kebutaan pada mata. Jaringan saraf antara kedua organ ini tidak tersambung ataupun terpisah, sehingga kala gigi dicabut tidak hendak pengaruhi mata.

" Percabangan saraf gigi serta mata itu terpisah sehingga tidak terdapat hubungannya dengan mata," katanya.

drg. Danang menarangkan, secara teori medis, hal- hal yang bisa menimbulkan kendala mata apalagi jadi buta berawal dari kehancuran gigi yang mengalami peradangan.

Dari peradangan gigi tersebut terjadilah celah pada tulang gigi yang menonjol di luar gusi, sehingga jadi akses masuknya bakteri serta kuman ke saluran jaringan saraf mata. Keadaan inilah yang dapat  memunculkan kabutaaan.

" Yang bisa menimbulkan kendala pada mata bukan proses pencabutannya, melainkan peradangan gigi yang telah meluas dapat ke hidung, kuping serta apalagi hingga ke mata. Peradangan itu pula yang dapat menimbulkan pembengkakan( pada gusi)," katanya. Oleh sebab itu jangan menyepelekan lubang pada gigi sebab itu merupakan pintu masuknya bakteri ke dalam badan.

Berikutnya, drg. Danang menerangkan kalau kepala manusia memiliki 12 cabang saraf kranial yang mempunyai guna serta kedudukan tiap- tiap. Saraf jaringan gigi, mata serta rahang terdapat pada urutan percabangan saraf trigeminus( V/ 5 kraniofasial).

Pada percabangan saraf trigeminus tersebut ada 3 cabang, ialah cabang buat gigi rahang dasar( mandibula), gigi rahang atas( maksilaris) serta buat cabang saraf mata.

" Meski berasal dari jaringan induk saraf yang sama, apabila terjadi kerusakan pada salah satu cabang saraf tidak mempengaruhi kegunaan cabang saraf yang yang lain," terangnya.

drg. Danang berkata, peradangan bisa saja terjadi sebelum ataupun setelah pembedahan. Maksudnya, saat sebelum pembedahan, gigi penderita sesungguhnya telah rusak parah sehingga menimbulkan peradangan. Ataupun dapat pula sehabis pembedahan keadaan sisa pencabutan tidak tertutup rapat sehingga bakteri bisa masuk( komplikasi pencabutan gigi) yang bisa menimbulkan kendala di Jaringan sekitarnya dalam perihal ini disekitar gigi rahang atas. Yang sangat dekat dengan gigi rahang atas merupakan peradangan pada hidung ataupun dalam bahasa medisnya merupakan sinusitis. Bila peradangan tersebut lebih meluas lagi dapat menimbulkan abses dari gigi tersebut, dalam permasalahan ini dapat berpotensi menimbulkan kendala pada mata.

" Jika gigi telah parah memanglah wajib dicabut. Bila dibiarkan infeksinya akan meluas serta memunculkan pembengkakan serta fraktur," katanya.

Masalah gigi dapat dicabut ataupun tidak itu dapat dilihat dari segi klinisnya. Seberapa besar lubangnya/lebih dari separuh ( lebar serta kedalaman) gigi. Jika memungkinkan akan dilakukan pencabutan.

Demikianlah.. jika mempunyai masalah dengan gigi hendaknya langsung berkonsultasi ke dr. Gigi.
Semoga artikel ini bermanfaat.

Terimakasih

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun