Mohon tunggu...
KOMENTAR
Politik

Negeri Tanpa Panutan

4 Maret 2015   02:41 Diperbarui: 14 April 2016   00:40 54 0

Beberapa di antara kita atau mungkin semua orang pasti pernah mendengar dan melihat 3 patung kera yang menutup mata,telinga dan mulutnya (seperti gambar di atas). Kalau diibaratkan sekarang ya seperti itulah pemerintah kita saat ini, banyak sekali bermunculan masalah yang harus diselesaikan tapi pemerintah seakan tak perduli, pemerintah menutup mata atas semua ketidakadilan, pemerintah menutup telinga atas semua protes dan ketidaksenangan publik atas semua masalah negeri, pemerintah menutup mulut untuk mengatakan semua ketidakbenaran. Masyarakat indonesia bukanlah sebangsa kera yang tidak mengerti apa-apa. Masyarakat sudah cerdas dan mengerti kondisi negeri ini seperti apa dan sudah sewajarnya masyarakat mengutarakan hal-hal yang menurut mereka harus diluruskan bukannya didiamkan.

Ini adalah sebuah negeri bukan produk tempe yang harus difermentasi dulu agar bisa dikonsumsi, negeri kita ini bukanlah negeri para pendekar-pendekar, negeri ini bukanlah kerajaan-kerajaan para kera yang bisa semaunya. Negeri ini adalah negeri NKRI, setiap orang di dalamnya mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik, bukan menggerogotinya sampai tiangnya hancur dan bangunannya runtuh berkeping-keping. Harusnya pemerintah dan para pemimpin negeri ini mengerti dan memahami apa yang menjadi kehendak rakyat, bukannya selalu mengikuti kehendak pribadi dan kelompok, janganlah semua hal selalu diselesaikan dengan cara mengukur, menimbang dan memutuskan dengan cara politis tapi harusnya dengan hati nurani dan kemauan rakyatnya. Ya, mungkin saja pemerintah dan para pemimpin negeri ini sudah lupa atau berpura-pura lupa kalau mereka-meraka ada produk rakyat NKRI. Negeri ini butuh pemerintah dan pemimpin yang cerdas dan tegas, bukan pemerintah dan pemimpin yang keras dan beringas serta bertele-tele dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di negeri ini. (Supriadi)

KEMBALI KE ARTIKEL


LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun