KARAWANG, 18/01 - Mendukung program pemerintah dalam upaya menurunkan angka stunting di Karawang, kelompok KKN UNSIKA Desa Wargasetra mengadakan penyuluhan tentang stunting bagi masyarakat setempat terutama para ibu hamil.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting, mendukung terbentuknya populasi manusia yang sehat dan berkualitas, mengembangkan pola hidup sehat di kalangan masyarakat serta mengedepankan generasi yang baik dan berpikiran luas.
"Sebagai ibu hamil harus menjaga kesehatan tubuh ibu dan bayinya bukan hanya selama mengandung, tetapi setelah melahirkan pun tetap harus menjaga kesehatan tubuh, supaya bayinya memiliki nutrisi yang cukup, agar terhindar dari stunting, oleh karena itu ibu-ibu harus rajin mengikuti kegiatan posyandu secara teratur," ucap Bidan Desa Wargasetra Bidan Ade Lidiawati, AMK., S.Keb. pada sambutan penyuluhan stunting di Posyandu Cempaka V, Kp. Waru RT/RW 005/003 Desa Wargasetra, Sabtu, (18/01).
Untuk itu, Ade berharap, dengan diselenggarakannya penyuluhan ini, para ibu hamil di Desa Wargasetra mengerti dan memahami arti pentingnya mencegah stunting pada anak yang bisa dimulai dari lingkungan keluarga.
Sementara narasumber dari Promotor Kesehatan Karawang, Sudiyoso, SKM. menjelaskan, stunting dapat menjadi ancaman bagi kualitas daya saing generasi muda, karena dampaknya tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga mempengaruhi perkembangan dan kecerdasan anak, yang pada akhirnya dapat mengurangi kemampuan mereka untuk berprestasi dan berkreasi di usia-usia produktif.
"Kurangnya asupan gizi yang cukup selama masa kehamilan, disertai dengan minimnya pengetahuan ibu tentang pentingnya kesehatan dan gizi yang baik, serta kurangnya perhatian terhadap perilaku hidup bersih, dapat berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan risiko terjadinya stunting pada anak" jelas Sudiyoso.
Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, Karawang berhasil menurunkan angka prevalensi stunting sebesar 6,6%, menjadi 14%, dari sebelumnya 20,6% pada tahun 2021. Sedangkan target tahun 2023 mencapai 12% dan di tahun 2024 mencapai 10,3%.
Sudiyoso menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan anak Balita terhambat akibat kekurangan gizi secara kronis selama kehamilan, dan dampaknya baru akan terlihat saat anak berusia 2 tahun. Stunting dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat serta memastikan ibu hamil mendapatkan asupan gizi yang cukup. Selain kekurangan gizi, faktor lingkungan juga memiliki peran penting dalam menyebabkan stunting pada anak.
"Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan, tetapi juga oleh kebersihan lingkungan seperti sanitari yang bersih, juga polusi seperti asap rokok, yang sebaiknya dihindari oleh ibu hamil dan menyusui. Sebanyak 30% dari penyebab stunting terkait dengan makanan, sementara 70% dipengaruhi oleh faktor lingkungan," jelasnya.