KOMPAK - Saat melakukan survei ke Tailor MF Collection, Rabu lalu (11/9).
________________
PLAKPAK - Usai pelepasan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik secara virtual menggunakan platform zoom meeting dan live Streaming YouTube yang dilakukan oleh LPPM Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan pada Senin lalu (9/8). Peserta KKN Tematik Kelompok 1 Posko 19 langsung menggelar rapat dan terjut lapangan ke tempat tailor yang berada di desa Plakpak Pegantenan Pamekasan.
Pada tanggal 11 Agustus 2021, Rabu kemarin, peserta KKN Tematik Kelompok 1 Posko 19 mendatangi beberapa tempat penjahit, melakukan pedataan, dan meminta kesediaan para penjahit untuk mengikuti pelatihan pembuatan Songkok Batik Madura hingga pelatihan marketing melalui toko online.
Adapun kriteria yang diungkapkan A. Hendra Purnomo selaku koordinator kelompok 1 Posko 19 kepada penjahit untuk bisa mengikuti pelatihan tersebut, "Kami rasa sangat tidak mungkin jika semua penjahit di desa Plakpak diikutkan semua, karena banyak sekali, sekitar kurang lebih 20 penjahit, selain karena faktor PPKM, anggota kami juga terbatas. Sehingga kami menyiasati dengan beberapa persyaratan untuk mengikuti pelatihan tersebut, dan memilih 5-10 peserta saja, " kata pemuda kelahiran desa Bulay Galis Pamekasan, namun sejak kecil sudah berdomisili di desa Plakpak.
Tiga persyaratan yang diungkapkan oleh Hendra, sapaan akrabnya, diantaranya adalah:
1. Tailor sudah biasa menerima jasa orderan, seperti: Orderan pembuatan baju, celana, songkok, odeng, dsbnya. Bukan hanya menjahit sobekan kecil.
2. Karyawan harus memiliki karyawan muda yang dapat mengoperasikan, minimal smartphone. Karena sebagai penjunjang pada pelatihan toko online.
3. Bersedia mengikuti pelatihan sampai akhir.
"Alhamdulillah, sampai saat ini, setelah kami melakukan survei ke tempatnya langsung, mereka bersedia, dan insyaallah Sabtu mendatang kami melakukan survei lanjutan ke berapa tempat penjahit bagian Plakpak selatannya, kalau kemarin itu Plakpak bagian utaranya," tandasnya.