Dalam rangka mengabdi kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif #2 Kelompok 205 membantu mengajar salah satu Yayasan MTS di desa Jambearum, kecamatan Sumberjambe, kabupaten Jember. Yayasan MTS tersebut merupakan salah satu Lembaga masyarakat desa Jambearum untuk menempuh Pendidikan ranah keagamaan islam. Tujuannya melahirkan generasi muslim yang cinta dan mengamalkan ajaran islam sesuai dengan syariat-Nya dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.
Adanya kegiatan mengabdi tersebut, anak-anak Yayasan merasa senang dan antusias belajar bersama mahasiswa KKN. Dengan begitu, mahasiswa KKN merasa senang dapat membantu mengajar di Yayasan MTS. Sementara itu, Yayasan MTS tersebut juga menyambut dengan baik kedatangan mahasiswa KKN. Menurutnya, kemampuan mahasiswa KKN Kolaboratif #2 Kelompok 205 dapat meningkatkan semangat belajar siswa di Yayasan MTS tersebut.
Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu program kerja selingan selain program kerja KKN utama yang sudah disusun oleh 14 mahasiswa KKN Kolaboratif #2 Kelompok 205. Jadwal pembelajaran di Yayasan MTS tersebut dilaksanakan setiap hari di jam 07.10 sampe 11.00 kecuali untuk hari Jumat, Yayasan MTS diliburkan tidak ada kegiatan pembelajaran. Untuk pembagian tugas mengajar di Yayasan MTS tersebut dalam 1 hari terdapat 2 mahasiswa dan itu dilakukan secara bergantian setiap hari.
Pada hari Rabu (26/07/2023) Jadwal pelajaran di Yayasan MTS desa Jambearum yaitu prakarya. Huzai dan Yessy selaku tim mengajar berinisiatif untuk mengajak siswa Yayasan MTS desa Jambearum menciptakan suatu karya. Pada kegiatan pembelajaran ini, siswa diberikan pelatihan yaitu praktek membuat kotak pensil sederhana dengan menggunakan alat dan bahan yaitu gunting, lem, koran dan kardus bekas yang ada disekitar lingkungan desa Jambearum. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, 1 kelompok beranggotakan 2-3 siswa. Langkah pertama yang dilakukan yaitu memotong kardus sesuai dengan kreativitas siswa.Â
Langkah berikutnya yaitu menggulung koran dan menempel gulungan koran pada kardus yang telah dibentuk. Selanjutnya, kotak pensil yang telah dibuat oleh siswa bisa digunakan langsung untuk menyimpan alat tulis.
Dengan adanya pengabdian mengajar ini, dapat membantu para siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Terutama, tujuan dari pelatihan pembuatan prakarya ini diharapkan siswa dan siswi di Yayasan tersebut dapat meningkatkan kreativitas yang mereka miliki. Selain itu, juga dapat membawa manfaat dan kemajuan terutama dalam semangat menempuh pendidikan bagi anak-anak di desa Jambearum.
Penulis: Mita Indriani, Nadya Nathasya Siahaan, Mutiara Dewi Safitri, Rizki Ika Agustina, Hafidz Denia Hibatullah, Widya Agung Nugraha, Alvian Madafiqiya Ramadan, Yessy Kusuma Sari, Rendi Ali Wardani, Queen Nurul Sufi, Siti Huzaimah, Tania Aprilliani Putri, Tiara Wahyu Norbaity, Diah Putri Aprilia dan Bapak Achmad Fawaid, SE., ME selaku Dosen Pembimbing Lapangan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H