Buku "Serendipity: Accidental Discoveries in Science"
Karya Royston M. Roberts Buku Serendipity: Accidental Discoveries in Science mengupas kisah-kisah menarik di balik sejumlah penemuan ilmiah yang terjadi secara kebetulan. Roberts membawa pembaca ke dalam perjalanan yang penuh dengan momen-momen tak terduga, di mana para ilmuwan menemukan hal-hal luar biasa saat mereka sedang mencari sesuatu yang sama sekali berbeda. Melalui narasi yang mendalam dan informatif, buku ini mengeksplorasi lebih dari dua lusin penemuan. Roberts menggaris bawahi bahwa meskipun keberuntungan sering menjadi pemicu, keahlian, pengamatan tajam, dan rasa ingin tahu adalah faktor utama yang memungkinkan para ilmuwan mengenali dan memanfaatkan peluang dari kejadian tak terduga. Buku ini memberikan wawasan bahwa sains bukan hanya soal eksperimen yang direncanakan dengan cermat, tetapi juga tentang kepekaan terhadap kemungkinan-kemungkinan baru yang muncul dari "kesalahan" atau hasil yang tidak diinginkan.
1. Konsep Serendipity
Serendipity merujuk pada penemuan yang tak disengaja, namun menguntungkan. Roberts menjelaskan bahwa banyak penemuan besar dalam sains muncul dari kejadian yang tidak direncanakan, di mana ilmuwan menyadari potensi dari sesuatu yang awalnya tampak seperti kebetulan.
2. Kisah Penemuan Penting
Buku ini memberikan cerita rinci tentang berbagai penemuan besar, termasuk:
Penisilin: Penemuan oleh Alexander Fleming ketika menemukan bahwa jamur tertentu membunuh bakteri.
X-Ray: Wilhelm Rntgen secara tak sengaja menemukan sinar-X saat mempelajari sinar katode.
Teflon: Roy Plunkett menemukan bahan non-stick ini saat mencoba membuat referensi baru.
Positif
 Notes: Penemuan ini berasal dari perekat "gagal" yang ternyata bermanfaat.Â