OLEH: Khoeri Abdul Muid
Apakah mungkin bercanda dan bekerja di UGD pada saat yang sama?Â
Rina, seorang tenaga kesehatan muda, ingin membuktikan bahwa itu bisa dilakukan. Baru saja lulus dari sekolah perawat, hari ini adalah hari pertamanya bekerja di rumah sakit.Â
Dengan semangat khas Gen Z, dia masuk ke ruang UGD dengan senyum lebar dan energi berlebih. Rambutnya yang berwarna ungu pastel diikat rapi, dan tas punggung penuh stiker lucu bergantung di bahunya.
Pasien pertama yang datang adalah Pak Broto, seorang pria berusia 50-an yang tampak cemas dengan pergelangan tangan yang bengkak. Rina mendekat, tersenyum, dan mulai berbicara dengan gaya khasnya.
"Ayo, Pak, santai aja! Nih, pergelangan tangannya kita cek dulu, kayak unboxing hadiah ya, biar surprise," katanya dengan nada ceria sambil membuka perban seadanya di tangan Pak Broto.
Pak Broto terdiam sejenak. Dia tidak terbiasa dengan perawat yang berbicara seperti itu. Biasanya, dokter atau perawat di sini berbicara dengan formal dan sedikit menakutkan. Tapi, entah kenapa, gaya bicara Rina membuat Pak Broto tertawa kecil meski wajahnya masih bingung.
"Apa perlu saya TikTok-in juga, Pak? Biar viral nih, pergelangan tangan Bapak!" canda Rina, sambil tersenyum lebar.
Pak Broto mengerutkan dahi, "Tik-tok-an? Buat apa, Mbak?"
"Oh, biar semangat aja, Pak. Hitung-hitung buat kenang-kenangan, kan. Lagian, sekarang semua orang bikin konten! Jangan khawatir, tangan Bapak nanti saya benerin kok."