Lyotard ialah seorang filsuf pada abad ke-20. Ia memiliki pemikiran-pemikiran yang kompleks mengenai pembentukan landasan bagi banyaknya diskusi dalam bidang tertentu, seperti bidang filsafat, seni, dan sains. Ia juga dikenal sebagai kontribusnya terhadap teori postmodernisme.
Pada tahun 1979, Lyotard mempunyai karya monumentalnya yang berjudul "The Postmodern Condition: A Report on Knowledge". Pada saat itu, Lyotard mengemukakan gagasan tentang suatu "Naratif Besar" atau yang disebut "Meta-Naratif" yang merupakan pandangan besar mencakup cerita atau narasi tentang kemajuan manusia. Menurut Lyotard, meta-naratif seperti inilah yang dominan dalam pemikiran modern. Dalam konteks ini, Lyotard menegaskan bahwa perubahan dunia informasi dan teknologi telah mengakibatkan suatu keragaman dalam pengetahuan yang semakin besar. Sehingga meta-naratif tidak mampu lagi dalam mengakomodasi keragaman tersebut.
Lyotard juga mengkritik klaim univertas yang melekat pada meta-naratif. Ia menunjukkan bahwa klaim atas kebenaran suatu universal seringkali hanya mencerminkan kepentingan kelompok tertentu dan mengecualikan suara minoritas. Dengan begitulah Lyotard mendukung konsep perbedaan serta perpecahan sebagai suatu niscaya dalam masyarakat.
Dalam karya-karyanya, Lyotard seringkali mengeksplorasi hubungan antara seni dan pengetahuannya. Ia percaya bahwa seni akan memiliki peran penting dalam menggambarkan suatu ketidakpastian dari dunia postmodern. Menurutnya, seni dapat membanru manusia dalam melihat realitas dari berbagai perspektif yang tidak dapat diakomodasi oleh meta-naratif.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H