Mohon tunggu...
Khairul Syuhur
Khairul Syuhur Mohon Tunggu... Foto/Videografer - Mahasiswa

Saya ingin berubah

Selanjutnya

Tutup

Diary

Merantau Dari Lhokseumawe Ke Meulaboh :Petualangan demi pendidikan.

22 Desember 2024   10:42 Diperbarui: 22 Desember 2024   10:42 23
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Diary. Sumber ilustrasi: PEXELS/Markus Winkler

Nama saya khairul syuhur usia saya 21 tahun bagi saya merantau adalah sebuah petualang yang penuh tantangan ,namun juga kaya akan penggalaman.saya adalah seorang pemuda yang berasal dari lhokseumawe yang merantau ke Meulaboh untuk melanjutkan pendidikan di sekolah tinggi agama islam kampus STAIN Teungku Dirundeng meulaboh.

Dan memiliki keyakinan yang di pegang ketika memutuskan akan pergi keluar kota sebagai ajang pembuktian bahwa dengan pergi meninggalkan kampung halaman ,akan membuat diri menjadi lebih mandiri dari pada sebelumnya dan tidak lagi bergantung kepada orang tua ,karena di perantauan harus menghadapinya sendiri.

Merantau akan memberikan kamu banyak prnggalaman hidup .pergilah sejauh mungkin ,tetapi jangan sampai lupa pulang bukankah begitu?.

Merantau adalah suatu kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama oleh masyarakat di Indonesia ,yang dilakukan oleh berbagai suku bangsa. Merantau bisa dikatakan pergi kesuatu tempat atau daerah yang jauh dari kampung halamannya.

Pergi merantau disini bukan hanya untuk sesuatu yang tidak jelas ,tetapi memiliki tujuan yang pasti seperti mencari pekerjaan atau mencari ilmu yang lebih baik dari kampung halaman.

Keputusan untuk meninggalkan kampung halaman bukanlah suatu hal yang sangat mudah ,belum lagi rindu dengan keluarga ,teman_teman ,dan suasana yang sangat familiar tentu menjadi sebuah godaan tersendiri. Namun tekad yang kuat untuk meraih cita-cita membuat saya mantap untuk terus melangkah.

"saya memilih ke meulaboh karena tertarik dengan program studi (komunikasi dan penyiaran islam) di kampus (STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh) ,karena di kampus ini memiliki keagamaan ,memang prodi komunikasi dan penyiaran islam juga ada di tempat lain akan tetapi saya lebih memilih ke meulaboh selain ,suasana kota yang tenang juga membuat saya merasa lebih fokus untuk belajar ,".

_Tantangan Dan Pelajaran 

Merantau ke kota yang baru tentu membawa banyak tantangan .namun saya harus beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda ,mulai dari cuaca ,budaya hingga gaya hidup masyarakat setempat. Namun dibalik kesulitan tersebut ,saya juga banyak menemukan banyak hal yang menarik dan pelajaran berharga.

"awalnya saya merasa sangat kesulitan untuk beradaptasi dengan cuaca di meulaboh yang cukup panas .Namun ,semakin lama --kelamaan saya menjadi terbiasa .selain itu saya juga belajar untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab atas diri sendiri.

Tak lupa lupa pula juga rasa syukur bisa merasakan duduk di bangku kuliah dan memiliki keluarga kedua 

Memiliki teman yang berbeda daerah adalah suatu hal yang sangat luar biasa rasa saling menghargai dan menghormati satu sama lain .

Dan jangan membeda-bedakan apalagi memilih yang ,mana harus diajak berteman, janganlah menghina suku dan budaya mereka karena kita adalah bhineka tunggal ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua.

HARAPAN DIMASA DEPAN.

Saya berharap penggalaman merantau ini dapat membantunya menjadi pribadi yang lebih baik dan sukses.ia juga ingin memberikan kontribusi positif bagi masyarakat ,khususnya di daerah asal saya Lhokseumawe.

"setelah saya lulus ,saya ingin kembali ke lhokseumawe dan bekerja di bidang yang saya tekuni .

Saya ingin membangun daerah saya dan memberikan yang terbaik untuk keluarga "saya sangat bersemangat dalam melanjutkan pendidikan say

a saat ini .

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun