Sesuai namanya, disebut joget maju mundur karena gerakan dalam joget ini adalah maju dan mundur. Dilakukan berpasangan dan hadap-hadapan yakni  laki-laki berada pada satu garis berjajar  berhadapan dengan barisan para wanita yang juga berada pada satu garis sejajar yang sama.
Pola dalam gerakan ini adalah maju mundur seirama dan menyesuaikan dengan alunan musik atau lagu.
Meski sudah diera modern, tradisi joget maju mundur ini masih menjadi budaya joget di pulau Binongko. Ada beberapa alasan tradisi joget maju mundur ini masih dilestarikan, yakni:
- Joget maju mundur sebagai warisan budaya turun-temurun.
- Ada tata krama yang mengedepankan adab yang dianggap nomor satu dan utama.
- Mengurangi resiko pelecehan terhadap wanita.
- Menghormati wanita.
- Joget lebih teratur.
- Dan lainnya.
 Tata Krama joget Maju Mundur di Pulau Binongko: Adab diutamakanÂ
Sebelum dikenal joget maju mundur di versi saat ini di Pulau Binongko. Pada zaman dahulu, tujuan joget maju mundur adalah untuk perayaan suka cita dan kegembiraan. Selain itu juga untuk mempererat hubungan silaturahmi.
Jadi tentang joget maju mundur ini bukan untuk menunjukkan skill dan kemampuan bergaya atau joget. Ini hanya sebagai ungkapan rasa bahagia dan tetap menjaga silaturahmi yang baik.
Lambang dari posisi sejajar bersama-sama dan hadap-hadapan adalah menunjukkan tentang kesetaraan, kebersamaan, tidak mengenal pangkat atau jabatan. Kita atau kami adalah manusia yang sama tanpa perbedaan baik status ataupun lainnya.
Tata Krama Joget Maju Mundur
Selain itu, melaksanakan joget maju mundur juga terdapat tata Krama yang di terapkan juga termasuk aturan dalam tradisi joget maju mundur di Pulau Binongko ini. Yakni sebagai berikut:
- Wanita yang bersedia untuk joget harus duduk di kursi yang disediakan.
- Laki-laki harus menghampiri si Wanitayang ingin dijadikan pasangannya, mengundangnya dengan cara yang sopan.
- Wanita tidak boleh menolak ajakan dari laki-laki.
- Jika wanita tidak bersedia untuk joget, bisa meminta dengan sopan atau sebaiknya tidak duduk di kursi yang disediakan di dalam area joget.
- Baik laki-laki ataupun perempuan harus mengenakan pakaian yang sopan.
- Tidak menggunakan celana selutut, tidak menggunakan atribut penutup kepala seperti helm atau topi yang mengganggu atau terkesan kurang sopan.
Adab lebih diutamakan