Oleh: Andikha Yusafad Hartawan, Echa Dwi Aprilia
Ketika saya mulai melakukan asistensi mengajar di SMPN 7 Malang, saya merasa sangat tertarik dan antusias untuk membantu para siswa dalam proses pembelajaran. Sebagai calon guru, saya menyadari bahwa komunikasi instruksional yang efektif antara guru dan siswa merupakan kunci utama untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa . Berdasarkan sumber yang saya baca, komunikasi instruksional guru yang baik dapat memberikan pengaruh positif dalam memotivasi siswa untuk belajar .
Selama asistensi mengajar, saya berusaha untuk menciptakan suasana yang kondusif di dalam kelas dengan menerapkan berbagai teknik komunikasi instruksional. Saya berusaha untuk membangun hubungan yang baik dengan para siswa, memahami kebutuhan dan karakteristik mereka, serta menyampaikan materi pelajaran dengan jelas dan menarik.Melalui pendekatan komunikasi yang hangat dan bersahabat, saya berharap dapat memotivasi siswa untuk lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran.
Selama proses asistensi, saya juga mengamati bahwa respon dan perubahan perilaku siswa terhadap komunikasi instruksional guru cukup signifikan. Siswa yang sebelumnya terlihat pasif dan kurang termotivasi, mulai menunjukkan peningkatan dalam partisipasi, keaktifan, dan antusiasme belajar. Hal ini mengindikasikan bahwa komunikasi instruksional guru yang efektif memang dapat berdampak positif pada motivasi belajar siswa
Meskipun masih ada beberapa tantangan dan kendala yang harus dihadapi, pengalaman asistensi mengajar di SMPN 7 Malang memberikan banyak wawasan dan pembelajaran berharga bagi saya sebagai calon guru. Saya meyakini bahwa komunikasi instruksional yang efektif antara guru dan siswa merupakan salah satu faktor kunci untuk menciptakan proses pembelajaran yang bermakna dan memotivasi siswa .
PROJEK P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila)
P5 adalah kependekan untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Projek ini merupakan inisiatif Kementerian. Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk memperkuat profil pelajar yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Profil Pelajar Pancasila, sebagaimana diatur dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2020, terdiri dari enam karakteristik utama, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, bertindak atas dasar hukum, berpikir kritis, dan mandiri.
Implementasi Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran P5 SMPN 7 Malang menunjukkan bahwa sekolah telah memiliki program-program sekolah yang mendukung penerapan profil tersebut dan terintegrasi dalam pembelajaran P5.
SMPN 7 Malang pada Semester genap tahun ajaran 2024/2025 untuk kegiatan P5 di kelas 7 mengangkat tema “Kearifan Lokal” dengan produk akhir berupa penampilan tarian Gebreg Sabrang sedangkan di kelas 8 mengangkat tema “Tanam Buah dan Sayur dalam Galon” dengan produk akhir berupa pengimplikasian sekolah adiwiyata berupa menanam tanaman sayur dan buah. Penulis beserta Mahasiswa AM lainnya dalam kegiatan P5 bertugas membantu, mendampingi, dan mengajar di kelas sesuai dengan pembagian tim bersama tim fasilitator guru. Penulis menjadi tim fasilitator di kelas 7, sehingga penulis bertanggung jawab terhadap jalannya kegiatan P5 dengan tema “Kearifan Lokal”.
Keikutsertaan penulis dalam kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) ini merupakan sesuatu hal yang baru karena penulis dapat belajar terkait praktik P5 secara langsung di SMPN 7 Malang. Selain itu, penulis juga dapat mempelajari terkait menjadi koordinator bersama tim fasilitator guru dalam kegiatan P5.
Penulis mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana teori yang telah dipelajari diterapkan dalam konteks nyata di sekolah. Melalui interaksi langsung dengan siswa dan guru, penulis dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan P5 di SMPN 7 Malang. Pengalaman ini juga memberikan wawasan tentang pentingnya kolaborasi dan komunikasi antara semua pihak yang terlibat.
Bersama tim fasilitator guru yang lain, penulis secara bergantian dengan guru untuk bertanggung jawab dalam kegiatan P5 sesuai dengan pembagian yang telah diberikan.
Dari keikutsertaan penulis dalam kegiatan P5, hal tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai Pancasila dan bagaimana mengintegrasikannya dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Melalui aktivitas P5, penulis melihat secara langsung bagaimana kesadaran sosial dan semangat kebangsaan dapat ditingkatkan di kalangan siswa.
Keikutsertaan dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang akan sangat berguna bagi perkembangan pribadi dan profesional penulis di masa depan.
Pelaksanaan Asistensi Mengajar di SMPN 7 Malang merupakan pengalaman mengajar yang paling berkesan bagi penulis. Penulis sudah cukup terlatih membuat perangkat pembelajaran dan mengajar langsung dalam kelas. Penulis mulai memahami dan mengamati berbagai karakteristik peserta didik dalam kelas yang diajar. Dengan adanya Asistensi Mengajar ini benar-benar menyiapkan mahasiswa calon pendidik untuk terjun langsung ke lapangan. Guru pamong yang selalu setia mendampingi dan mengarahkan mahasiswa agar tau bagaimana menjadi pendidik yang baik dan benar. Guru pamong dan guru lainnya menjadi panutan bagi penulis selama pelaksanaan Asistensi Mengajar ini. Selama proses Asistensi Mengajar kemampuan penulis terus bertambah. Mulai dari mengenal karakteristik peserta didik untuk membuat perangkat pembelajaran yang sesuai untuk mereka. Namun disisi lain karena ini adalah pengalaman pertama penulis terjun langsung ke sekolah sehingga masih banyak kesalahan yang dibuat. Masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki untuk kedepannya. Penulis juga belajar dari kesalahan agar meminimalisir terjadi di masa yang akan datang ketika penulis terjun menjadi pendidik.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI