Hai, sang Petarung Wilis ...!
Empat belas tahun engkau setia menemaniku.
Lengking kokokmu, selalu setia menyambut pagi
membuatku selalu terjaga menjemput hari,
menghiburku, melepas penat rutinitas waktu.
Hai, sang Petarung Wilis ...!
Dengan gagah perkasa,
enam ekor telah kau sungkurkan lawan-lawanmu,
memuaskan nafsu tuanmu
menebalkan isi kantongku.
Kini, engkau tersungkur oleh sang waktu.
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!