Mohon tunggu...
Feliciano K. Sila
Feliciano K. Sila Mohon Tunggu... Relawan - Peziarah di Jalan Kehidupan

Menulis untuk menghidupi ingatan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Doa Sore pada Secangkir Kopi

31 Juli 2020   17:45 Diperbarui: 31 Juli 2020   18:03 221
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Senja temaram berteman aroma kopi, di penghabisan bulan dan waktu yang terus bergulir meninggalkan jejak, menulis kenangan di setiap persinggahan. 

Doa sore berarak naik bersama uap kopi hangat, bagai dupa dan kemenyan, merayakan hidup pada setiap momen. 

Kopi itu hitam dan pekat namun nikmat, memberi warna pada setiap baris doa. Hidup kadang redup dan muram namun perlu pada peziarahan batin. 

Doa sore ini membubung naik melepas bulan pergi, mengucap syukur memadahkan kidung pada setiap korban dan kurban, untuk silih laku yang kadang buram. 

Doa sore ini terasa nikmat senikmat secangkir kopi pelepas lelah. 

Portugal, 31.07.2020

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun