Mohon tunggu...
Katedrarajawen
Katedrarajawen Mohon Tunggu... Penulis - Anak Kehidupan

Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis. ________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan waktu terjelma menjadi musik ... dan berkarya dengan cinta kasih: apakah itu? Itu adalah menenun kain dengan benang yang berasal dari hatimu, bahkan seperti buah hatimu yang akan memakai kain itu [Kahlil Gibran, Sang Nabi]

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Menghitung Rasa Syukur dan Keluh Kesah

19 Juni 2010   09:52 Diperbarui: 26 Juni 2015   15:26 1118
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Refleksi Diri Menerangi Hati :

Ketika engkau sediakan waktu untuk menghitung
Antara rasa bersyukur dan berkeluh kesah
Manakah yang lebih sering engkau lakukan ?

Ketika engkau hidup dalam kesenangan
Dan menikmati kekayaan
Engkau lupakan untuk bersyukur
Hidup dalam kesombongan
Merasa sepantasnya engkau dapatkan
Karena kerja keras.

Tetapi
Ketika engkau dalam kesusahan
Dan penderitaan
Engkau baru ingat menghadap Tuhan
Untuk berkeluh kesah dan meminta
Menganggap Tuhan tidak adil
Dan tidak berbelas kasihan

Mengapa begitu banyak keluh kesah yang diucapkan ?
Berapa banyak kata bersyukur yang telah engkau panjatkan ?
Yang seharusnya lebih banyak untuk diungkapkan !

Diamlah lebih dalam lagi untuk membangunkan kesadaranmu yang tertidur selama ini untuk bersyukur .

Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun