Kita seringkali salah menghakimi anak kita sendiri ketika mereka berbuat salah. Dalam arti mempersalahkan individunya bukan perbuatannya.
Ketika seorang anak melakukan kesalahan, biasanya karena emosi spontan kita akan berkata,"Dasar anak bodoh!"
Mungkin anak-anak kita akan diam, tetapi dalam diam, diam-diam ia membatin,"Kata orangtuaku aku anak bodoh. Ya, aku memang anak bodoh!"
Berbeda, ketika anak kita melakukan kesalahan dan kita berkata,"Nak, itu perbuatan bodoh!"
Dalam hal ini, bukan si anak yang bodoh, tetapi perbuatannya yang salah atau bodoh. Dengan demikian, si anak kemungkinan besar akan berpikir lain kali ia tidak akan melakukan hal yang sama.
Sebenarnya saya juga berpikir, bahwa saya ini bukanlah orang yang bodoh, tetapi seringkali melakukan kebodohan. Contohnya menuliskan hal ini, karena sebagai orangtua, saya kerapkali melakukan kebodohan dalam mendidik anak.
"Maafkan, papi, ya, Nak?!"
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI