Mohon tunggu...
Kasyful Fahmi
Kasyful Fahmi Mohon Tunggu... pelajar/mahasiswa -

Kasyful Fahmi | Economic Faculty of Mataram University

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Surat untuk Penduduk Desaku

22 November 2013   23:22 Diperbarui: 24 Juni 2015   04:47 17
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Ingin sedikit kuberbagi ceritra kehidupan di sebuah desa terpencil di sudut kecamatan praya barat daya, konon orang-orang menyebutnya desa Pandan Indah. Sebuah desa yang identik dengan jalan becek, rurung bewi, dan desa terancuur yang pernah ada. Semua itu mungkin fakta-fakta yang tidak dapat kita pungkiri kesalahannya, semuanya mutlak benar adanya, akan tetapi saudaraku, kalaian boleh saja berkata demikian, namun saya tetaplah berbangga menjadi penduduk desa itu. apa yang membuat saya bangga ?? Ini mungkin pertanyaan susah sekali kita dapatkan jawabannya. karna memang benar tidak ada hal yg perlu dibanggakan di desa hancur itu.

Saat itu hampir magrib petang menjelang isa'. Aku pulang kerumah dengan semangat penuh rasa rindu ingin bertemu dan melihat senyuman ibu tercintaku yang menyapa kedatanganku, namun sebelum sesampaiku di rumah, aku begitu terharu melihat para penduduk desa beriringan pulang jalan kaki dari desa bonder hingga dusun dimana tempatku tinggal, apa yang mereka lakukan ?, yah tiada lain dan tiada bukan, mereka baru pulang dari sawah orang, mengais rizki untuk bekal hidupnya satu tahun, ''BEDEREP'' begitu mungkin tepatnya.

Tidakkah kita sadar saudara saudaraku, mereka adalah org tua org tua kita, mereka berkorban demi kita, mereka tidak kenal lelah, mereka rela menghabiskan tenaganya untuk menghidupi anak cucu mereka.

Saudaraku sedikit ingin kumengajak kalian untuk merenungi betapa besar pengorbanan orangtua kita untuk kebahagiaan kita.

Lalu kemudian apa yang kita lakukan ?. Kita hanya bisa berleha-leha menikmati masa muda kita yang tentunya tidak mereka harapkan. Pernah kita berpikir sejenak untuk bisa menghapus keringatnya dengan keberhasilan kita ?? Tentu hal-hal semacam itu sangat jauh dari pikir kita.

Yah itulah saudaraku. Jangan sesekali kita hanya mengumbar kata memprotes jalan rusaklah, atau apalah, sesungguhnya bukan itu tugas kita. Dan aku rasa smua itu tidak akan pernah berarti apa-apa, yang ada hanya akan menyakiti hati dantara sesama kita, tugas kita adalah belajar, belajar bagaimana kita bermanfaat bagi kedua orang tua kita, bgaimana bisa beguna bagi desa kita, berguna bagi masyarakat kita, bgaimana kita bisa menyelesaikan masalah masalah yg menjadi problema bagi desa kita, hingga kelak semua yang kita keluhkan saat ini akan menjadi sirna..

Camkan itu saudaraku, semoga ini bisa mengubah paradigma berfikir kita..
Salam hangat dari anak desa. :)

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun