Ikan adalah salah satu hewan yang bisa dimakan dan mudah untuk memperolehnya, bisa dengan membeli di pasar ikan atau memancing di sungai. Dengan banyaknya sungai-sungai yang tersebar di pulau-pulau Indonesia, menjadikan sebagian warga Indonesia bekerja sebagai Nelayan.Â
Satu dari sekian banyaknya warga Indonesia, ada warga yang tinggal di B15 (sekelompok orang yang merantau untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja di perusahaan) tersebut mengisi waktu selain bekerja (di perusahaan) juga sebagai nelayan dan petani.Â
Nelayan dalam artian mencari ikan dan Petani dalam artinya berkebun seperti menanam sayur-sayuran untuk mengurai pengeluaran mereka. Dikarenakan B15 masih asri, dikelilingi oleh sungai, dan masih banyak lahan kosong jadi dimanfaatkan oleh penduduk tersebut.Â
Mereka berkebun dengan memanfaatkan lahan yang kosong dengan menanami sayuran dan buah-buahan seperti daun singkong, cabe, bayam, pisang, jambu,dan berbagai sayur dan buah yang bisa tumbuh di daerah tersebut.Â
Selain berkebun mereka juga mencari ikan. Ikan ini sangat mudah diperoleh sebab banyaknya sungai yang berada di B15 tersebut. Salah satu cara mereka memperoleh ikan yang banyak adalah dengan Najur.Â
Apa itu Najur ?. Najur adalah memancing ikan tetapi tidak ditunggu dan dilakukan di malam hari. Maksudnya adalah kita hanya memasang umpan pada kail, kemudian kita lempar umpannya ke sungai yang kira-kira ada ikannya, lalu tancapkan pegangan pancing ke tanah dalam jumlah banyak namun berjarak.Â
Jadi tidak hanya satu pancing saja tapi bisa sampai 10-30 pancing yang kita pasangi kail dan umpan. Pancingnya bukan pancing yang biasanya dipakai kebanyak orang umum lainnya, namun pancing tersebut terbuat dari pelepah sawit sebagai tongkatnya dan senar sebagai talinya lalu umpannya berupa katak atau cacing kalung (cacing pita).Â
Cara memperoleh katak tersebut yaitu menombaknya dengan bambu yang ujungnya runcing, yang berada di pinggiran parit atau selokan, sedangkan cacing kalung diperoleh dari jangkos (limbah dari sawit yang bukan berupa air) yang telah menyatu dengan tanah. Setelah menancapkan semua pegangan pancing ke tanah,lalu kita tinggal.Â
Jadi jika kita memasang pancing jam 10 malam, maka kita akan kembali melihatnya lagi jam 6 pagi. Jam 6 pagi tersebut dapat dipastikan bahwa sebagian pancing sudah mendapat ikan sedangkan sebagian lain umpannya sudah hilang tanpa hasil apapun.Â
Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah kembali memasang umpan yang hilang dan mulai melepaskan Ikan-ikan yang diperoleh dari kail tersebut kedalam tempat ikan, serta memasang umpan baru. Hal tersebut akan berulang-ulang terjadi sampai kita sendiri bosan karena memakan ikan terus menerus.
Selain Najur, warga B15 bisa menangkap ikan dengan Nyeser. Nah untuk Nyeser ini sendiri adalah membuat bendungan di sungai dengan menutup sisi kanan dan kiri dengan tanah liat atau bebatuan agar menjadi sebuah kolam, lalu dikuras sampai yang tadi airnya sedada jadi hanya semata kaki.Â
Tentu hal ini akan lama jika dilakukan sendiri, jadi Nyeser ini lebih ke rekreasi bersama keluarga, sebab memang membutuhkan lebih banyak orang agar proses pengurasan lebih cepat selesai.Â
Nah untuk sungai yang dikuras itu bukan sungai-sungai yang seperti kalian bayangkan, sungai yang dimaksud disini adalah parit atau selokan yang panjang dan luasnya sebesar trotoar yang biasa ada di jalanan, dengan arus nya yang tenang. Jadi tidak mungkin kita hanyut atau tenggelam.Â
Setelah menjadi kolam bisa kita kuras menggunakan ember atau selang supaya air tersebut berkurang dengan cepat. Sambil menunggu air terkuras, kita bisa menyiapkan jaring untuk memudahkan menangkap ikan.Â
Jaring ini bisa berupa jaring ikan  yang terbuat dari rotan atau pun senar, dan ceting (biasanya digunakan untuk meletakan nasi berkat di acara kondangan). Setelah air sampai semata kaki maka akan terlihat ikan-ikan yang "ngap-ngap-ngap"karena kekurangan air.Â
Di situlah waktunya kita beraksi dengan jaring tadi, kita akan mudah untuk memindah ikan dari kolam ke dalam tempat ikan. Jumlah ikan yang akan diperoleh sangat banyak bahkan biasanya sampai bisa berbagi kepada para tetangga dan sebagian lainnya dijual.Â
Itulah cara yang digunakan warga B15 untuk mencari ikan yang banyak. Mereka lebih suka memanfaatkan kekayaan alam yang ada dari pada harus mengeluarkan biaya yang tidak sepadan.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI