Tolong jangan engkau robek kata kataku, aku tidak mampu melihat air mata jatuh berlinang. Jangan engkau patahkan alibiku, aku hanya menyampaikan sekelumit kebenaran
Bukankah engkau yang dahulu mengajarkan tentang nilai keadilan, berbusa busa setiap kata engkau ucapkan, bertubi tubi makna hakiki kebenaran engkau suapkan
Jangan robek kata kataku, mungkin tinggal diksi itu yang ku mampu,. Sudah habis perbendaharan kata digerus kebohongan, sudah punah kata bermakna ditelan kemunafikan
Tolong jangan robek kata kataku, kemana lagi tempat hendak bersuara, dimana lagi barisan huruf masih berharga. Jangan robek kata kataku, sesungguhnya itu adalah hidup dan matikuÂ
Bagan batu 29 mei 2019
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI