Mohon tunggu...
M Kanedi
M Kanedi Mohon Tunggu... pegawai negeri -

Hanya sebutir debu semesta

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Tahukah Anda 6 Gejala Disfungsi Seksual Wanita

20 Mei 2011   05:04 Diperbarui: 26 Juni 2015   05:26 1447
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Selama berpuluh-puluh tahun kajian seksologi lebih terpusat pada subjek pria. Baru belasan tahun terakhir ini kajian tentang fungsi seksual wanita marak dilakukan. Diantara hasil yang telah didapatkan para peneliti adalah teridentifikasinya 6 gejala gangguan seksual pada wanita yang disebut Indeks Disfungsi Seksual Wanita (Rosen et al dalam Journal of Sex & Marital Therapy, 26:191-208. 2000)

Keenam gejala disfungsi seksual wanita itu, berdasarkan urutan dari yang paling parah ke yang paling ringan) adalah:

1. Libido rendah atau turun drastic. Gangguan ini ditandai dengan berkurang atau hilangnya dorongan untuk melakukan hubungan seks. Gangguan ini tergolong parah.

2. Sulit untuk terangsang. Keinginan/hasrat untuk melakukan hubungan seks mungkin ada tetapi sulit mengalami rangsangan, baik oleh tayangan video maupun rangsangan fisik oleh pasangan.
3. Lubrikasi rendah. Kendati ada hasrat, bisa terangsang, tetapi vagina tetap kering (tidak mengeluarkan cairan pelumas).

4. Sulit/tidak mencapai orgasme. Setiap kali melakukan hubungan seks jarang/tidak pernah mencapai orgasme.

5. Tidak merasakan kepuasan (keintiman psikologi). Meskipun orgasme tercapai tetapi yang bersangkutan tidak merasakan kepuasan psikologis.
6. Timbul rasa nyeri pada vagina selama berlangsungnya penetrasi penis ke dalam vagina, atau pasca penetrasi (setelah persenggamaan).

Cobalah kenali adakah (berapa) diantara keenam gejala itu yang anda alami? Jika tidak/belum ada maka fungsi seksual anda baik. Jika ada, dan itu, nomor urutnya kecil (nomor 1 - 3) maka segeralah cari ahli seksologi dan lakukan konseling atau terapi. Semoga bermanfaat.

Salam Kompasiana.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun