Mohon tunggu...
Nasution
Nasution Mohon Tunggu... Freelancer - Penulis

Seorang wartawan adalah seseorang yang bertugas untuk mengumpulkan, menyunting, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai media seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, dan platform online. Mereka berperan penting dalam memastikan masyarakat memiliki akses terhadap informasi yang akurat, berimbang, dan relevan tentang berbagai peristiwa, isu, dan kejadian yang terjadi di dunia. Para wartawan sering kali melakukan investigasi, wawancara, dan riset untuk mendapatkan fakta-fakta yang dibutuhkan dalam menyusun berita. Mereka juga harus memiliki kemampuan analisis yang baik untuk menafsirkan dan mengurai kompleksitas informasi serta menyajikannya dengan cara yang mudah dimengerti oleh pembaca atau penonton. Selain itu, wartawan juga perlu memiliki etika profesional yang kuat, seperti kejujuran, integritas, dan objektivitas, untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan tidak dipengaruhi oleh kepentingan pribadi atau pihak lain. Mereka seringkali beroperasi di bawah tekanan waktu dan dalam situasi yang tidak terduga, sehingga mereka harus memiliki keterampilan manajemen stres dan ketahanan yang tinggi. Secara keseluruhan, wartawan memainkan peran penting dalam memelihara demokrasi dengan memberikan akses informasi yang adil dan akurat kepada masyarakat serta memegang pihak-pihak berwenang bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan mereka.

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Kuasa Hukum Andreas Sapta Finady: Anak-Anak Opa Hans dan Oma Rita Tetap Peduli pada Orang Tua

28 Juli 2024   01:26 Diperbarui: 28 Juli 2024   01:58 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kolase foto Andreas Sapta, dokumen pribadi.

Andreas Sapta Finady, kuasa hukum anak-anak almarhum Opa Hans Tomasoa dan Oma Rita Tomasoa Wattimena, hadir untuk meluruskan komentar negatif dari netizen terkait kematian pasangan lansia tersebut. Banyak spekulasi yang beredar di media sosial mengklaim bahwa anak-anak almarhum tidak pernah mengunjungi orang tua mereka selama tiga bulan terakhir.


Dalam video YouTube wawancara Andreas menjelaskan bahwa narasi yang berkembang di media sosial tidak mencerminkan kenyataan. Ia menegaskan bahwa anak-anak almarhum selalu menunjukkan kepedulian dan kasih sayang terhadap orang tua mereka. "Situasi sebenarnya jauh berbeda dari apa yang digambarkan di media sosial," ujar Andreas.

Andreas mengungkapkan bahwa anak-anak almarhum merasa sangat terganggu oleh komentar yang tidak berdasar dan spekulasi yang beredar. Mereka berharap klarifikasi ini bisa membantu memperbaiki persepsi publik tentang hubungan mereka dengan orang tua. "Kami ingin memperbaiki persepsi publik dan menunjukkan perhatian yang sebenarnya diberikan anak-anak kepada orang tua mereka," tambahnya.

Lebih lanjut, Andreas menggarisbawahi pentingnya melawan informasi yang salah dan tidak akurat. Ia berharap klarifikasi ini dapat mengurangi spekulasi yang tidak mendasar dan memberikan gambaran yang lebih adil mengenai situasi yang sebenarnya. 

Kasus ini masih dalam penanganan, dan Andreas serta timnya akan terus mengawasi perkembangan selanjutnya. "Kami akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memastikan bahwa semua informasi yang beredar adalah akurat dan sesuai fakta," tutup Andreas.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Hukum Selengkapnya
Lihat Hukum Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun