Mohon tunggu...
Sandika Wandara
Sandika Wandara Mohon Tunggu... Jurnalis - Aktivis, Penulis dan Wiraswasta

Sosok Penulis dari kalangan Mahasiswa sangat di impikan oleh pemimpin bangsa. bangkit dan bergerak menuju Indonesia Emas 2045.

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud Pilihan

Harapan Besar Tenaga Honorer: Pilihan Politik Menang Pilkada

29 November 2024   01:00 Diperbarui: 29 November 2024   01:02 113
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Tenaga ASN dan Non ASN sedang car free day (sumber: Instagram Pemkab Batang Hari)

Harapan Besar Tenaga Honorer : Pilihan Politik Menang Pilkada

Dalam setiap pemilihan umum, pilihan politik seseorang sering kali menjadi hal yang sensitif. Sebagian orang memilih untuk terbuka, mengungkapkan siapa yang mereka dukung dengan penuh semangat. Namun, tidak sedikit pula yang memutuskan untuk merahasiakan pilihan mereka. Pilihan itu tidak diungkapkan, baik karena alasan pribadi, menjaga harmoni sosial, maupun demi menghindari perdebatan yang tak perlu. Tetapi, ketika pilihan yang dirahasiakan itu ternyata menang, ada rasa puas dan bahagia yang tidak mudah dijelaskan. Bagi Anda yang memiliki orang tua sebagai tenaga honorer, kemenangan tersebut tentu membawa makna yang jauh lebih dalam.

Privasi Dalam Pilihan Politik

Privasi dalam menentukan pilihan politik adalah hak setiap individu. Demokrasi memberikan kebebasan ini kepada setiap warga negara untuk memilih tanpa paksaan atau tekanan dari pihak mana pun. Terkadang, menjaga pilihan tetap pribadi adalah cara untuk menghindari perpecahan atau konflik dengan orang-orang terdekat. Dalam masyarakat yang beragam, perbedaan pandangan politik sering kali menjadi pemicu ketegangan, bahkan di lingkungan keluarga atau teman.

Namun, diam bukan berarti tidak peduli. Dalam kebisuan tersebut, ada keyakinan yang kuat terhadap kandidat tertentu yang dianggap mampu membawa perubahan positif. Pilihan kita mungkin tidak diumumkan ke publik, tetapi suara kita di bilik suara memiliki dampak yang sama pentingnya dengan suara orang lain yang lebih vokal. Ketika kandidat pilihan kita akhirnya menang, rasa puas pun muncul, meskipun tidak disertai dengan selebrasi besar-besaran.

Makna Kemenangan bagi Keluarga Honorer

Bagi keluarga yang memiliki anggota sebagai tenaga honorer, seperti orang tua kita, kemenangan ini tentu memberikan secercah harapan. Honorer telah lama menjadi salah satu kelompok yang sering terpinggirkan dalam sistem kepegawaian di Indonesia. Mereka bekerja keras, sering kali dengan beban kerja yang sama seperti pegawai tetap, tetapi tanpa kejelasan status atau kesejahteraan yang memadai.

Selama bertahun-tahun, tenaga honorer menghadapi berbagai tantangan, mulai dari gaji yang jauh di bawah standar hingga ketidakpastian masa depan karier. Tidak sedikit yang mengabdi bertahun-tahun tanpa kepastian apakah mereka akan diangkat menjadi pegawai tetap. Isu ini menjadi salah satu topik utama dalam banyak kampanye politik, dengan para kandidat menjanjikan solusi untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan kejelasan status bagi para honorer.

Ketika pilihan kita menang, harapan itu pun semakin besar. Ada keyakinan bahwa pemimpin baru ini akan menepati janji-janji kampanye mereka, terutama dalam hal meningkatkan kesejahteraan tenaga honorer. Bagi keluarga, kemenangan ini bukan hanya soal politik, tetapi juga tentang masa depan yang lebih baik untuk orang tua kita dan ribuan honorer lainnya.

Diam yang Bermakna

Menjaga pilihan tetap pribadi tidak mengurangi makna dari suara yang diberikan. Dalam sistem demokrasi, setiap suara memiliki bobot yang sama, terlepas dari bagaimana atau apakah suara tersebut diumumkan kepada orang lain. Terkadang, diam adalah bentuk dari ketenangan dan kepercayaan diri.  Kita tidak perlu berdebat atau memaksakan pandangan kepada orang lain, karena pada akhirnya, keputusan ada di tangan masing-masing individu.

Kemenangan pilihan kita adalah bukti bahwa kita tidak perlu bersuara keras untuk mendukung perubahan. Dukungan kita, meskipun dalam diam, tetap memberikan kontribusi besar terhadap hasil akhir. Ini juga menunjukkan bahwa keterlibatan dalam politik tidak selalu harus bersifat publik. Kita dapat menjadi bagian dari perubahan tanpa perlu sorotan.

Harapan Pasca-Kemenangan

Namun, kemenangan ini bukan akhir dari segalanya. Justru, ini adalah awal dari proses panjang untuk memastikan bahwa janji-janji kampanye benar-benar diwujudkan. Bagi tenaga honorer, harapan terhadap pemerintahan baru sangat besar. Ada beberapa hal yang menjadi perhatian utama:

  1. Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Pegawai Tetap
    Salah satu janji yang paling sering disampaikan oleh kandidat adalah pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai tetap. Pemerintah daerah yang baru diharapkan segera membuat kebijakan yang jelas dan terukur untuk mewujudkan hal ini.

  2. Peningkatan Kesejahteraan
    Gaji dan tunjangan bagi tenaga honorer sering kali jauh di bawah standar, bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Pemerintah perlu memastikan adanya peningkatan kesejahteraan yang signifikan bagi mereka.

  3. Peningkatan Pelatihan dan Fasilitas Kerja
    Selain soal gaji, tenaga honorer juga membutuhkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka, serta fasilitas kerja yang lebih baik. Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas layanan yang mereka berikan.

  4. Kebijakan yang Transparan
    Proses pengangkatan dan pemberian insentif harus dilakukan secara transparan dan adil, tanpa adanya diskriminasi atau nepotisme.

Peran Kita sebagai Masyarakat dalam Mengawal Pemerintahan Baru

Meskipun pilihan  menang, tugas kita sebagai warga negara belum selesai. Mengawal pemerintahan baru agar tetap berjalan sesuai dengan janji-janjinya adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat dapat melakukannya dengan berbagai cara, mulai dari mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah, memberikan masukan melalui forum publik, hingga mendukung gerakan-gerakan yang memperjuangkan hak-hak tenaga honorer.

Sebagai bagian dari keluarga honorer, Kita memiliki posisi unik untuk menjadi suara bagi kelompok ini. Cerita dan pengalaman orang tua kita dapat menjadi gambaran nyata tentang tantangan yang dihadapi oleh para honorer, sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk tidak melupakan janji mereka.

Pemerintah baru harus dikawal agar dapat mewujudkan janji-janjinya, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan status tenaga honorer. Sebagai warga negara, peran Kita sebagai masyarakat tidak berhenti di bilik suara. Kita adalah bagian penting dari proses demokrasi yang berkelanjutan. Dengan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi tenaga honorer dapat benar-benar terwujud. Satu suara menentukan pemimpin yang dapat mengayomi dan melindungi masyarakat.

Penulis: Sandika Wandara

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun